Senin, 10 Agustus 2015

Kepada Sebuah Nama

Berkisah tentang seorang wanita yang sedang menunggu. Dia tahu, dia sadar menunggu dengan menitipkan semua harapan pada Tuhannya adalah cara tunggu tanpa kecewa.

Kepada sebuah nama,
yang telah Allah sandingkan dilauhul mahfudzku 50000 tahun sebelum dunia ini ada,
Kuharap engkau baik-baik saja.
Tak kurang satu apapun,
Sedang istiqamah memperbaiki segala.

Kepada sebuah nama,
yang telah Allah pilihkan untuk menjadi imam dan tulang punggungku,
Disini aku sedang belajar dan sibuk memperbaiki hati ini, sikap ini, jiwa ini, ibadah ini agar siap menjadi tulang rusukmu,
karena aku tahu dan sangat percaya bahwa kita harus dalam keadaan saling menjaga jika bertemu.

Kepada sebuah nama,
yang telah Allah bingkai menjadi satu dengan namaku di langit,
Aku percaya engkau sudah dekat.
Tugas kita bukan saling mencari namun saling menemukan,
temukan aku disetiap sujud panjangmu,
temukan aku disetiap hamparan doa yang melangit kepadaNya,
temukan aku disetiap rindu yang berujung pada air mata penuh harapan kepada Sang Maha Cinta.

Kepada sebuah nama,
yang telah Allah siapkan untuk menjadi pasangan dunia akhiratku,
Aku tahu Allah tiada pernah menjanjikan kemudahan untuk kita,
Namun aku percaya, Dia telah siapkan kado terindah untuk yang bersungguh-sungguh meminta, menjaga dan patuh dengan aturanNya.

Kepada sebuah nama,
yang sudah Allah tuliskan untuk menjadi takdirku, Bersabarlah.
Karena sungguh tak ada muara cinta lebih tinggi selain cinta yang saling menemukan karena cinta pada Rabb kita.
Cintaku, cintamu akan bersatu pada saatnya dan disatukan oleh Dia yang memiliki cinta tiada cela.

Kepada sebuah nama,
Sampai jumpa didepan wali dan penghulu,
Ucapkan namaku,
sebutkan janji untuk menjagaku dan mencintaiku maka langit pun bergetar karena kesakralannya,
cintai aku tanpa batas waktu, di dunia dan di jannahNya.

KAP #duniajilbab

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar